Sepanjang perjalanan saya belajar WordPress sejak awal pandemi lalu, saya sudah menjajal berbagai theme.

Mulai dari OceanWP, Woostify, Astra, Selleradise, Neve, Blocksy, Kadence dan yang lainnya yang saya lupa. :p

Semuanya pernah ganti-gantian jadi favorit saya dan di artikel ini saya akan cerita alasannya, murni berdasarkan pengalaman saya sendiri.

Apa yang saya cari dari sebuah theme

Awalnya saya gak tahu, tapi seiring waktu, pastinya sama seperti kebanyakan orang, yang ringan dan banyak opsi.

Ini dia list yang harus ada dari sebuah theme, minimal menurut saya:

  1. Sudah punya fitur yang saya butuh. Tidak perlu banyak install plugin.
  2. Ukuran CSS & JS nya kecil
  3. Punya fitur SRCSET
  4. DOM elements nya sedikit

My Theme Journey

OceanWP

oceanwp

Website pertama yang saya buat memakai theme ini. Tapi sekarang saya sadar ini bukanlah theme yang akan pernah saya pakai lagi. Karena sulit digunakan, dan sedikit-sedikit harus install plugin tambahan, bahkan untuk sekedar fitur sederhana, misal sticky header.

Ini dia plugin-plugin tambahannya:

  • Ocean Extra
  • Ocean Product Sharing
  • Ocean Social Sharing
  • Ocean Custom Sidebar
  • Ocean Stick Anything
  • Ocean Posts Slider
  • Ocean Modal Window

Padahal di theme lain, beberapa fitur ini sudah tersedia di dalamnya.

Woostify

woostify

Theme ini dulu pernah saya pakai untuk membuat website Woocommerce onlineshop.

Lumayan bagus. Yang paling saya suka adalah di halaman single product-nya. Ada beberapa opsi untuk tampilan gambar produk dan juga fitur next/previous produk beserta gambar yang cukup dihover. Dan mereka juga punya mode catalog.

Astra

astra

Ini bisa dibilang theme sejuta umat ya. Soalnya tutorial yang bertebaran di youtube rata-rata ngerekomendasiin theme ini, karena affiliator mereka memang lumayan banyak, termasuk saya juga sekarang. Tapi tenang saja, saya cuma ngerekomendasiin product yang memang bagus, dan saya pakai sendiri :) .

Kelebihan theme ini saya rasa ada di fitur font-pairing nya. Astra punya opsi untuk langsung padu-padanin font heading dan paragrafnya.

Selleradise

selleradise

Ini bukan theme yang populer. Tapi saya suka tampilan menu sidebarnya yang menyerupai sebuah aplikasi. Widget untuk Elementor nya juga bagus. Keren untuk bikin website commerce modern. Color pallete nya juga sudah ada untuk dark/light mode. Theme ini mungkin akan saya pakai lagi suatu saat.

Neve

neve

Saya sempat beberapa kali bikin website pakai theme Neve ini, karena secara default saja tampilannya sudah cukup bagus. Theme ini juga punya dark color pallete, yang secara default pun juga sudah bagus.

Blocksy

blocksy

Yang paling saya suka dari theme ini adalah: ketika kita membuat custom post type, theme ini membuatkan opsi khusus untuk post type tersebut, keren berguna banget. Custom post type + Blocksy = Mantap!

Lihat fitur PRO nya

Kadence

kadence

Yang masih jadi favorit saya saat ini, karena punya hampir semua fitur yang saya sebutkan di theme-theme lain di atas. Secara garis besar berikut kelebihannya yang paling saya suka:

  • Secara default sudah bagus font dan colors nya
  • Untuk setiap custom post type ada opsi customisasinya
  • Untuk header ada 3 rows: top-main-bottom
  • Bisa sticky header, masih bisa dicustomisasi
  • Bisa transparent header, bisa dicustomisasi juga
  • Off-canvas menu, bisa dicustom
  • Footer widgets ada 3 rows, yang masing-masing bisa dicustom
  • Dan ini yang paling penting dan saya suka banget, ada opsi performance ini: Load Google Fonts Locally, Preload Local Fonts dan Enable CSS Preload. Kenapa saya suka fitur ini? Saya bahas di artikel ini.

Penutup

Bagaimanapun saya tetap menghargai theme-theme di atas tadi, termasuk para pembuatnya. Karena lewat mereka saya belajar dan mampu survive di jaman pandemi. Namun jika harus merekomendasikan, pasti Kadence. Theme favorit saya saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.